Wednesday, September 19, 2012

Area D - Inou Ryouiki


Kemarin nggak sengaja nemu Area D - Inou Ryouiki di status update FBnya Mangafox. Tertarik simply karena gambar preview seperti yang terlihat di atas ini. The art looks cool, right? Sekedar info, manga ini adalah kolaborasi antara penulis Jepang (Kyoichi Nanatsuki) dan ilustrator Korea (Yang Kyung-il). Kalau menurut saya pribadi, sih, gambarnya lebih cenderung ke Japanese style. Jadi yang nggak terbiasa dengan Korean style (seperti saya, contohnya) tetap bisa menikmati manga ini.

Saya nggak akan banyak membeberkan tentang cerita Area D - Inou Ryouiki, karena ceritanya sendiri masih ada di tahap awal banget (baru terbit dua buku). Oke, jadi ini teaser-nya:

12 tahun yang lalu rasi bintang Scorpius mengalami supernova. Dan terjadilah fenomena aneh di mana sejumlah manusia mendadak menjadi semacam mutan dengan kekuatan supernatural (yang kemudian disebut dengan altered). Kini para altered dipandang sebagai ancaman keamanan oleh para manusia normal. Mereka semua akhirnya ditempatkan di sebuah tempat terisolasi (baca: penjara) bernama Area D.

Premisnya mirip Deadman Wonderland? Well, saya sendiri nggak akan serta-merta mencap AD sebagai jiplakannya DW. Masih terlalu dini untuk berkesimpulan seperti itu. Oke, jadi ini kesan pertama saya setelah ngebaca 19 bab awal:


Para karakter yang dulunya adalah manusia normal, karena sebuah fenomena misterius, jadi memiliki kekuatan supernatural. Bedanya: DW kekuatan supernaturalnya sebatas dengan memanipulasi darah saja, sedangkan AD tipe kekuatannya bermacam-macam (kurang-lebih seperti X-Men).

Penjara. Baik AD maupun DW sama-sama berlatar di sebuah penjara. Namun menurut saya penjara Area D agak lebih 'bersahabat' ketimbang Wonderland. Area D berbentuk sebuah pulau terpencil, dengan bagian dalam yang persis seperti sebuah kota, lengkap dengan restoran dan berbagai fasilitas umum (bandingkan dengan Wonderland yang benar-benar penjara tok dengan suasana yang frustating abis). Tapi baik di Area D maupun Wonderland ada para sipir penjara yang bisa mengeksekusi para tahanan kalau mereka melanggar aturan.



Ada beberapa karakter yang mengingatkan saya akan DW. Satoru Ida (AD) dan Ganta Igarashi (DW); keduanya sama-sama bernasib sial karena masuk penjara mengerikan, padahal mereka sendiri tidak punya salah apa-apa. Rio (AD) dan Shiro (DW); dua cewek misterius yang tiba-tiba muncul out of nowhere dan dalam keadaan naked. Kaito Yuuki (AD) dan Yoh Takami (DW); terlihat seperti orang yang biasa-biasa saja, tapi sebenarnya agak oportunis. Jiga (AD) dan Makina (DW); sipir penjara seksi nan sadis. Yah, walau menurut pendapat saya pribadi, orang tipe kayak Kaito-Yoh dan Jiga-Makina pasti ada aja sih di tempat sesuram penjara... Jadi saya nggak begitu mempersoalkan perihal lineup karakter yang mirip.

Dan bagi yang nggak tahan dengan adegan super gory di DW, tenang saja. Di AD (untuk sementara ini) tidak ada adegan kekerasan dengan kadar seekstrim DW. Standar shonen manga pada umumnya.

Oh, iya. Awalnya saya kira pemeran utamanya itu si Satoru (cowok berkacamata); soalnya dia yang paling pertama nongol di cerita, sih. Tapi saya salah. Ternyata Satoru lebih berperan sebagai Dr. Watson yang melihat aksi Sherlock Holmes (Jin, si cowok rambut gondrong). Dan saya juga mengira kalau Satoru adalah si adik dalam flashback 12 tahun lalu, tapi ternyata juga bukan >.<

Biarpun premisnya mirip dengan DW, AD menawarkan rasa yang berbeda (which is kinda refreshing). Saya terutama suka dengan setting Area D yang seperti sebuah kota. Tidak sesuram Wonderland. Saya akan terus menanti updates bab-bab Area D yang berikutnya. Semoga ceritanya berkembang ke arah yang menarik; dan tentunya bisa segera lepas dari bayang-bayang Deadman Wonderland :D

No comments:

Post a Comment